Proses Persepsi Menurut Udai Pareek (Sobur, 2003)
Proses
persepsi
Adapun proses persepsi menurut Udai Pareek (Sobur, 2003) antara lain :
1. Proses
menerima rangsangan
Proses pertama dalam
persepsi ialah menerima rangsangan atau data dari berbagai sumber. Kebanyakan
data diterima melalui panca indera. Kita melihat sesuatu, mendengar, mencium,
merasakan, atau menyentuhnya, sehingga kita mempelajari segi-segi lain dari sesuatu
itu.
2. Proses
menyeleksi rangsangan
Setelah diterima,
rangsangan atau data diseleksi, Tidaklah mungkin untuk memperhatikan semua
rangsangan yang telah diterima. Demi menghemat perhatian yang digunakan,
rangsangan-rangsangan itu disaring dan diseleksi untuk diproses lebih lanjut.
Ada dua kumpulan factor menentukan seleksi rangsangan itu yaitu :
a. Factor-faktor
intern
1) Kebutuhan
Psikiologi
Kebutuhan seseorang
mempengaruhi persepsinya. kadang-kadang, ada hal yang “kelihatan” (yang
sebenarnya tidak ada), karena kebutuhan psikologis. Misalnya, seorang yang haus
bias melihat air dibanyak tempat; fatamorgana seperti itu bias sekali terjadi
dipadang pasir. Juka seseorang kehilangan hal tertentu yang dibutuhkan, mereka
lebih sering melihat barang itu.
2) Latar belakang
Latar belakang
mempengaruhi hal-hal yang dipilih dalam persepsi. Orang-orang dengan latar
belakang tertentu mencari orang-orang dengan latar belakang yang sama.
3) Pengalaman
Pengalaman
mempersiapkan seseorang untuk mencari orang-orang, hal-hal, dan gejala-gejala
yang mungkin serupa dengan pengalaman pribadinya. Seseorang yang mempunyai
pengalaman buruk dalam bekerja dengan jenis orang tertentu, mungkin akan
menyeleksi orang ini untuk jenis persepsi tertentu.
4) Kepribadian
Kepribadian juga
mempengaruhi persepsi. Seorang yang Introvert
mungkin akan tertarik kepada orang-orang yang serupa atau sama sekali berbeda.
Berbagai factor dalam kepribadian mempengaruhi seleksi dalam persepsi.
5) Sikap
dan kepercayaan umum
Sikap dan kepercayaan
umum juga mempengaruhi persepsi. Orang-orang yang mempunyai sikap tertentu
terhadap karyawan wanita atau karyawan yang termasuk kelompok bahasa tertentu,
besar kemungkinan akan melihat berbagai hal kecil yang tidak diperhatikan oleh
orang lain.
6) Penerimaan
diri
Penerimaan diri
merupakan sifat penting yang mempengaruhi persepsi. Beberapa telah menunjukan
bahwa mereka yang lebih ikhlas menerima kenyataan diri akan lebih tepat
menyerap sesuastu dari pada mereka yang kurang ikhlas menerima realitas
dirinya. Untuk yang terakhir ini cenderung mengurangi kecermatan persepsi. Implikasi
dari fakta ini ialah kecermatan persepsi dapat ditingkatkan dengan membantu
orang-orang untuk lebih menerima diri
mereka sendiri.
b. Factor
Ekstern
1) Intensitas
Pada umumnya,
rangsangan yang lebih intensif, mendapatkan lebih banyak tanggapan dari pada
rangsangan yang kurang intens.
2) Ukuran
Pada umumnya,
benda-benda yang lebih besar lebih menarik perhatian barang yang lebih besar
lebih cepat dilihat.
3) Kontras
Biasanya, Hal-hal lain
dari biasa kita lihat akan cepat menarik perhatian. Jika orang biasa mendengar
suara tertentu dan sekonyong-konyongnya
ada perubahan dalam suara itu, hal itu akan menarik perhatian. Banyak
Orang secara sadar atau tidak, melakukan hal-hal yang aneh untuk menarik
perhatian prilaku yang luar biasa menarik perhatian. Prilaku yang luar biasa
menarik perhatian karena prinsip-prinsip perbedaan itu.
4) Gerakan
Hal-hal yang begerak
lebih menarik perhtian dari pada hal-hal yang diam.
5) Ulangan
Biasanya hal-hal yang
berulang dapat menarik perhatian. Akan
tetapi, ulangan yang terlalu sering, dapat menghasilkan kejenuhan semantik dan
dapat menghilangkan arti perseptif.
6) Keakraban
Hal-hal yang akrab atau
dikenal lebih menarik perhatian. Hal ini terutama jika hal tertentu tidak diharapkan dalam rangka
tertentu.
7) Sesuatu
yang baru
Faktoi ini
kedengarannya bertentangan dengan faktor
keakraban. Akan tetapi, hal-hal baru juga menarik perhatian. Jika orang sudah
biasa dengan kerangka yang sudah dikenal, sesuatu yang baru menarik perhatian.
3. Proses
Pengorganisasian
Rangsangan yang diterima selanjutnya
diorganisasikan dalam satu bentuk.
Ada tiga dimensi utama dalam
pengorganisasian rangsangan, yaitu :
a. Pengelompokan
Berbagai rangsangan yang telah diterima
dikelompokan dalam suatu bentuk. Berbagai faktor digunakan untuk mengelompokan
rangsangan itu, antara lain :
1) Kesamaan,
rangsangan-rangsangan yang mirib dijadikan satu kelompok.
2) Kedekatan,
hal-hal yang lebih dekat antara satu dan yang lain juga dikelompokan menjadi satu.
3) Ada
suatu kecenderungan untuk melengkapi hal-hal yang dianggap belum lengkap.
b. Bentuk
timbul dan latar
Prinsip lain dari dalam mengatur
rangsangan disebut bentuk timbul dan latar. Hak ini merupakan salah satu proses
persepsi yang paling menarik dan paling
pokok. Dalam melihat rangsangan atau gejala,
ada kecenderungan untuk
memusatkan perhatian pada gejala-gejala tertentuyang timbul menonjol, sedangkan
rangsangan atau gejala, lainnya berada di latar belakang.
c. Kemampuan
persepsi
Ada suatu kecenderungan untul
menstalbilkan persepsi, perubahan-perubahan konteks tidak mempengaruhinya.
Dunia persepsi diatur menurut prinsip kemantapan. Dalam persepsi dunia tiga
dimensional, faktor ketetapan memainkan peraanan yang penting.
4. Proses
Penafsiran
Setelah rangsangan atau data diterima
dan diatur, si penerima lalu menafsirkan data itu dengan berbagai cara.
Dikatakan bahwa telah terjadi persepsi setelah data itu ditafsirkan. Persepsi
pada pokoknya memeberikan arti pada berbagai data dan informasi yang diterima.
5. Proses
Pengecetakan
Sesudah data diterima dan ditafsirkan,
si penerima mengambil beberapa tindakan untuk mengecek apakah penafsirannya
benar atau salah. Proses pengecekan ini mungkin terlalu cepat dilakukan dari
waktu ke waktu untuk menegaskan apakan penafsirannya atau persepsi dibenarakan
atau data baru. Data atau kesan-kesan itu dapat di cek dengan menanyakan kepada orang-orang lain mengenai
persepsi mereka.
6. Proses
Reaksi
Tahap terakhir dari proses
perceptual ialah bertindak sehubungan dengan apa yang telah diserap. Hal ini
biasanya dilakukan jika seorang berbuat suatu sehubungan dengan persepsinya.
Misalnya, seseorang bertindak sehubungan dengan persepsi yang baik atau yang
buruk yang telah dibentuknya. Lingkaran persepsi itu belum sempurna sebelum
menimbulkan suatu tindakan. Lingkaran persepsi ini bias tersembunyi dan bias
pula terbuka. Tindaka tersembunyi berupa pembentukan pendapat atau sikap,
sedangkan tindakan yang terbuka berupa tindakan nyata sehubungan dengan
tindakan tersembunyi ialah “pembentukan kesan”. Pembentukan kesan ialah cara
seorang pencerap membentuk kesan tertentu atas suatu subjek atau atas seseorang
menurut cirri-ciri yang diserapnya, atau dta yang ia terima dari berbagai
sumber.
Kunjungi Situs Lainya di bawah ini :
Kunjungi Situs Lainya di bawah ini :
Comments
Post a Comment